CV. Danur Dara Media

No Image Available

GARENG; Filsuf Rakyat, Suara Bijak dari Pinggiran

 Penulis: Rizqi Ardiansyah  Category: Budaya  Publisher: CV. Danur Dara Media  Telah Terbit: Agustus 7, 2026  Laman: 116  Negara: Indonesia  Bahasa: Indonesia  Dimension: 14 x 20 cm More Details
 Deskripsi:

Gareng; Filsuf Rakyat, Suara Bijak dari Pinggiran merupakan buku yang mengkaji tokoh Gareng dalam tradisi pewayangan Jawa sebagai representasi filsafat rakyat, kearifan lokal, dan suara masyarakat kecil. Gareng tidak hanya dipandang sebagai tokoh jenaka dalam keluarga Punakawan, tetapi juga sebagai sosok yang membawa pesan moral, kritik sosial, dan kebijaksanaan hidup. Melalui pembahasan mengenai posisi Gareng dalam keluarga Punakawan serta hubungannya dengan Semar, Petruk, dan Bagong, buku ini memperlihatkan bagaimana tokoh tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya dan tradisi pewayangan Jawa.

Buku ini menguraikan berbagai nilai kehidupan yang tercermin dalam karakter dan dialog Gareng, antara lain kesederhanaan, kejujuran, ketulusan, keberanian menyampaikan kebenaran, kebijaksanaan, gotong royong, kesetiaan, dan kepedulian sosial. Humor dan kelucuan Gareng dipahami bukan sekadar sebagai hiburan, melainkan sebagai sarana menyampaikan kritik terhadap ketimpangan sosial, kesewenang-wenangan, materialisme, dan penyalahgunaan kekuasaan. Dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Gareng hadir sebagai cermin rakyat jelata yang sederhana namun memiliki kejernihan berpikir dan kekuatan moral.

Melalui pembahasan filsafat dan ajaran Gareng, buku ini menghubungkan nilai-nilai pewayangan dengan kehidupan masyarakat modern. Gareng ditampilkan sebagai simbol kearifan lokal yang tetap relevan di tengah perubahan zaman, globalisasi, krisis moral, dan kehidupan yang semakin materialistis. Buku ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan bagi pelajar, mahasiswa, pendidik, pemerhati budaya, serta masyarakat umum yang ingin memahami makna filosofis tokoh Gareng sekaligus menggali nilai-nilai budaya Jawa seperti andhap asor, tepa selira, guyub rukun, dan nrimo ing pandum sebagai pedoman kehidupan yang tetap bernilai hingga masa kini.


 Kembali